A vest tested on the Artemis I mission blocked some radiation exposure

Pakaian seberat 26 kilogram itu melindungi model tubuh manusia pada penerbangan tanpa awak mengelilingi bulan. 


Rompi plastik yang dapat membantu melindungi astronot dari badai radiasi matahari. Pana penelitian menguji rompi tersebut pada Artemis I, sebuah penerbangan tanpa awak mengelilingi bulan pada tahun 2022. Meskipun Artemis I tidak mengalami badai matahari selama misinya yang berlangsung selama 25 hari, rompi tersebut dapat secara signifikan mengurangi jumlah radiasi yang akan diterima seorang astronot selama peristiwa berlangsung, demikian laporan para peneliti pada 12 Agustus di Science Advances.

Dalam jenis badai yang disebut peristiwa partikel surya, matahari melontarkan proton berenergi tinggi ke luar angkasa. Medan magnet Bumi melindungi permukaan planet dari radiasi tersebut, tetapi paparan selama perjalanan luar angkasa meningkatkan resiko beberapa jenis kanker. 

Para ilmuan mengirimkan mengirimkan dua model torso wanita ke luar angkasa dengan menggunakan Artemis I dan mengukur seberapa banyak radiasi yang diterima saat melewati sabuk Van Allen bagian dalam, yaitu zona partikel bermuatan berenergi tinggi yang terperangkap oleh medan magnet Bumi. 

Salah satunya, yang dijuluki Zohar, mengenakan rompi AstroRad, pakaian yang terbuat dari politilen berdensitas tinggi dengan berat 26 kilogram, Rompi ini dirancang untuk melindungi organ-organ sensitif, termasuk sumsum tulang, paru-paru, saluran pencernaan, payudara dan ovarium. Yang lainnya, dijuluki helga, tidak mengenakan perlindungan apapun. Keduanya memiliki sensor radiasi yang trtanam di beberapa titik.  


"Jumlah pengurangan dosis yang kami amati sangat mengejutkan" kata jordan Houri, ilmuan utama eksplorasi ruang angkasa di StemRad, sebuah perusahaan yang berbasis di Tampa, Florida, yang mengembangkan rompi tersebut bersama Lockheed Martin. Menggunakan data dari sabuk Van Allen, Houri dan rekan-rekannya menghitung bagaimana rompi tersebut akan berfungsi selama peristiwa partikel matahari yang terjadi pada Agustus 1972 dan Oktober 1989.

Tim peneliti menemukan bahwa AstroRad akan mengurangi paparan radiasi astronot sekitar 60 persen selama peristiwa tahun 1972, dari 222 milisievert. Alat ini juga akan mengurangi dosis radiasi sekitar 40 persen selama peristiwa tahun 1989 yang bernergi lebih tinggi. orang-orang di permukaan Bumi biasanya menyerap sekitar 3 milisievert radiasi dari sumber alami setiap tahunnya. 


Mengenakan rompi tersebut selama peristiwa partikel matahari yang kuat dapat menyelamatkan seorang astronot dari paparan radiasi latar belakang diluar angkasa yang setara dengan setidaknya beberapa minggu. Hal itu memungkinkan mereka untuk menyelesaikan misi yang lebih lama tanpa melebihi batas dosis radiasi karir NASA sebesar 600 milisievert. 

Rompi AstroRad dapat dibuat khusus untuk setiap astronot tetapi tim tersebut sekarang sedang mengerjakan desain modular untuk memungkinkan astronot memodifikasi satu rompi dasar untuk berbagai bentuk dan ukuran tubuh. Hal itu akan mengurangi jumlah masa yang diluncurkan dan memungkinkan satu astronot untuk melakukan pekerjaan selama badai matahari sementara yang lain tetap berada di dalam tempat perlindungan badai didalam pesawat, kata Houri. 





Komentar