Planet ini sama besarnya dengan planet Jupiter dan sepadat cotton candy
Sepasang planet baru telah ditemukan planet yang peling mengembang (puffy) yang pernah ada. Planet ini mengenai tentang ukurannya yang seperti planet Jupiter tetapi memiliki kurang dari 6 persen dari masa nya, astronom melaporkan pada bulan Juli "Monthly Notices of the Royal Astronomical Society". "Kita mengibaratkan tingkat kepadatannya dengan sesuatu seperti cotton candy atau busa cukur" kata astrofisikawan George Dransfield dari Universitas Oxford. "Mereka planet yang paling ringan dengan ukuran seperti Jupiter". Kedua planet memiliki orbit TOI 791, bintang yang menyerupai matahari berjarak sekitar 1.113 tahun cahaya dari bumi. Pemburu planet TESS teleskop luar angkasa mendeteksi planet-planet tersebut saat melintas atau transit di depan bintang utama dan menutupi sebagian cahaya. Membandingkan bintang saat tertutupi dan tidak tertutupi memungkinkan Dransfield dan rekan-reannya mengukur jari-jari planet-planet tersebut yakni 0.993 dan 1.155 kali jari-jari planet Jupiter.
Untuk mendapatkan bagaimana kepadatan planet-planet tersebut, tim harus tau dari kedua ukuran dan masa planet tersebut. Tetapi pada transit hanya memberikan informasi mengenai ukuran. Disitulah peran orbit planet dibutuhkan. Mereka dikonfigurasi sedemikian rupa, sehingga planet-planet tersebut secara berkala akan saling berpapasan, memberikan sedikit tarikan gravitasi satu dengan lainnya. "mereka seperti sedang melakukan tarian kecil yang menyenangkan" kata Dransfield. "kita berhasil mengukur massa planet-planet tersebut dari seberapa besar mereka saling mengusik orbit satu sama lain". Dransfield dan rekan-rekan memantau 'pas de deux' planet-planet tersebut selama beberapa tahun menggunakan teleskop Antartic Search for Transiting ExoPlanet (ASTEP). Karena Antartika mendapatkan 3 bulan dalam kegelapan terus-menerus setiap tahunnya. ASTEP adalah satu-satunya teleskop bumi yang dapat mengamati seluruh transit planet yang berlangsung 12 jam kata Dransfield
"Tanpa teleskop ini, penemuan ini tidak akan terjadi" ujarnya.
Pengukuran tersebut memungkinkan ia dan rekan-rekannya menyimpulkan massa planet tersebut 9,5 dan 18,6 kali massa Bumi (Jupiter memiliki 317 kali massa bumi). Yang artinya kepadatan mereka adalah 0,038 dan 0,047 gram per sentimeter kubuk. Sebagai perbandingan kepadatan cotton candy sekitar 0,05 gram per sentimeter kubik. Planet-planet baru ini bergabung dengan sekelompok kecil dunia yang berukuran besar namun ringan yang dikenal sebagai super-puff. Astronom tidak yakin bagaimana mereka terbentuk. Satu teori adalah mereka terlahir jauh sebelum bintang mereka dan bermigrasi ke arah dalam, atmosfer mereka yang memanas dan mengembang seiring berjalannya proses tersebut. Beberapa super-puff mungkin memiliki sistem cicin raksasa yang mana membuat mereka terlihat lebih besar dari aslinya, teori astrofisikawan Anthony Piro dan rekan-rekannya pada tahun 2020. Itu kemungkinan besar bukanlah penjelasan untuk kedua planet ini, kata Piro pada Carnegie Observatories di Pasadena, Calif. Memiliki 2 penyamaran di sekitar bintang yang sama akan menjadi sebuah kebetulan yang terlalu berlebihan, katanya.
Bintang utama akan memutar cepat, yang enjadi penanda bahwa planet tersebut relatif muda, catat Piro, meskipun utnuk mengukur usia bintang sangatlah sulit. Jika dalam kasus ini planet-planet super-puff ini mungkin masih dalam proses medingin dan bisa menyusut seiring bertambahnya usia mereka. "kita mungkin menangkap planet-planet ini pada tahap perantara kata Piro. Step selanjutnya akan menggunakan James Webb Space Telescope untuk menyelidiki komposisi planet, yang dapat mengungkap lebih banyak mengenai asal-usul mereka, kata Dransfield.
"menemukan sesuatu seperti super-puff yang sangat langka, berarti kita dapat mempelajari lebih lanjut mengenai bagaimana planet terbentuk, bagaimana planet berevolusi dan hasil apa saja yang mungkin terjadi kata Dransfield. "itu juga akan membantu kita mengkontekstualisasikan bumi dalam konteks alam semesta yang lebih luas.
Komentar
Posting Komentar